Laman

Kamis, 31 Mei 2012

The Beauty Of Doing Small Things



Percayakah bahwa uluran tangan kita yang sekecil apapun bisa mengubah hidup orang lain dan bahkan dunia menjadi lebih baik? 
Baru-baru ini saya menerima sebuah imel yang mengabarkan bahwa aksi pengumpulan dana pada sebuah situs yang saya sokong berhasil mencapai targetnya sehingga proyek yang direncanakan bisa berjalan. Saya terharu, bantuan yang tak seberapa besarnya itu ternyata bisa membantu mewujudkan mimpi seseorang. Itu bisa terjadi karena dilakukan secara kolektif, secara bersama-sama
Jadi, jangan menunggu aksi yang besar untuk melakukan kebaikan bila aksi yang kecil juga sama berartinya. Di bawah ini saya sertakan beberapa gerakan yang membutuhkan dukungan, just in case ada yang belum tahu... :)

Patungan

Coin A Chance

Sedekah Rombongan

Selamat beraksi! 

Rabu, 18 April 2012

2nd Chance to be Better



Nafka, sebuah laboratorium kreatif tempat seniman dan desainer mengembangkan minatnya dalam sustainable design, menggelar pameran keduanya, kali ini bersama Little Tree, Bali.
Bagi yang sedang di Bali dan ingin tahu lebih banyak tentang kegiatan ramah lingkungan ini, Nafka Responsible Lifestyle Products Exhibition berlangsung pada 16-22 April 2012.

Rabu, 11 April 2012

The Great Artists #1

Tiba-tiba saja tertarik untuk menggambar mereka, ternyata seru juga. Sepertinya saya harus lanjutkan dengan seri berikut :) Perlukah saya tambahkan quote di samping masing-masing gambar? Hmmm...


Pak Salvador,



Pak Pablo.., 



Ibu Frida.

Selasa, 03 April 2012

Tarian Hujan


Life is not about waiting for the storm to pass, 
it's about dancing in the rain...

Kamis, 15 Maret 2012

Header Anyar!

Akhirnya saya berhasil melakukan hal yang saya inginkan sejak pertama membuat akun blog esjepin, yaitu: mengganti header blog ini! Belum puas dengan hasilnya, tapi lumayan mengingat desainnya dibuat hanya dalam hitungan menit.

Oh ya, omong-omong, terima kasih sudah mengunjungi blog saya :)

Selasa, 13 Maret 2012

Makan Malam itu Penting



Semalam adik perempuan saya, Indri, yang tinggal di Brisbane mengirimkan pesan via grup bbm kami untuk saya dan Nala, adik perempuan saya yang terkecil.

Bunyi pesannya begini: "Makan malam bersama keluarga sebanyak lima kali atau lebih, dipercaya dapat meningkatkan prestasi anak-anak di sekolah, mengurangi resiko keterlibatan pada alkohol, obat-obatan, rokok dan seks di bawah umur. Berbincang bincanglah dengan anak-anak sepanjang waktu makan dan biarkan mereka memimpin pembicaraan. Jadi, mari luangkan waktu untuk makan malam bersama keluarga dan matikan televisi".

Tentu saja kami setuju dengan pesan itu. Masalahnya, bagi keluarga saya dan Nala yang tinggal di pinggiran Bintaro dan bekerja/beraktifitas di Jakarta, hal itu tidak mudah dilakukan.

Pembahasan tentang makan malam terus berlanjut di pagi hari. Indri memberikan jalan keluar bagi kesulitan kami. Begini tulisnya: "Paling tidak cobalah setiap akhir pekan dan masak sendiri (bukan si mbak). Karena ini penting. Menurut riset, bahkan makan cemilan bersama juga bernilai seperti makan malam keluarga. Tapi ingat selama acara makan tidak boleh ada TV (maupun bb) dan waktunya harus ditentukan supaya anak belajar disiplin pada waktu".

Masalah seperti ini memang tidak pernah muncul saat kami kecil dulu. Keluarga selalu punya waktu untuk berkumpul. Sungguh bersyukur keluarga-keluarga jaman sekarang yang masih bisa berkumpul setiap waktu makan malam tiba. Apakah keluargamu termasuk keluarga yang beruntung seperti itu?