Laman

Selasa, 31 Mei 2011

Esjepin Project - Prototipe Desain untuk Wonderground, Bali

Lega! Akhirnya prototipe desain untuk Wonderground di Bali sudah selesai diproduksi dan dikirim minggu lalu.
Produk Esjepin Design ini masih berupa sapu tangan dan kain bungkisan hanya dengan desain yang berbeda.
Kain Bungkisan Kupu - 3 warna

Sapu tangan quote#1
Saputangan quote #2
Yang paling menarik adalah sapu tangan yang didesain juga sebagai kain surat (pengganti kertas surat. Hehe...). Jadi ungkapan isi hati pada si dia disampaikan dalam bentuk yang berbeda. Selain ramah lingkungan juga bisa dijadikan tanda mata yang unik kan? :)

Kain Surat Bunga #1

Kain Surat Kupu


Bagi yang penasaran ingin tahu apa itu Wonderground Project, saya akan bahas pada postingan berikutnya, segera!

Selasa, 03 Mei 2011

Esjepin Project

Kisah Kain Bungkisan

Apakah kain Bungkisan itu?
Di masa kecil saya dulu, sering melihat orang membawa barang yang dibungkus kain, entah sarung atau taplak meja. Kain itu biasanya berisi makanan atau barang sebagai oleh-oleh atau hantaran bila akan berkunjung ke rumah kerabat atau sebuah hajatan.

Sejak jaman baheula, kakek-nenek kita memang menggunakan kain sebagai pembungkus hantaran. Tapi seiring dengan majunya jaman, cara ini semakin ditinggalkan. Terutama oleh penduduk di kota-kota besar.

Sementara masyarakat di Jepang, negara super modern yang masih kuat memegang tradisi, sampai saat ini masih menggunakan kain sebagai pembungkus bingkisan, hantaran, bahkan bekal makan siang. Cara melipat kainnya pun mereka jadikan seni tersendiri.

Dan inspirasi untuk membuat dan mempopulerkan kembali kain bungkus muncul ketika melihat kebiasaan teman-teman Jepang saya di tempat kursus melukis porselen (Yak, saya pernah kursus melukis poselen. Hehe...). Saya senang dan terkagum-kagum dengan kebiasaan mereka membungkus barang-barang dengan kain, bukan dengan plastik atau kertas. Praktis dan bersahaja.
Obrolan dengan mbak Angel dan mas Hermawan Tanzil di Dia Lo Gue kembali mengingatkan saya pada ide membuat kain Bungkisan. Akhirnya, di bulan April 2011 kain Bungkisan #1 dan #2 pun selesai diproduksi.

Jadi, kain Bungkisan bukanlah barang baru. Saya namakan demikian untuk memudahkan penyebutannya saja. Kain Bungkisan berarti Kain Pembungkus Bingkisan dan Hantaran yang Ramah Lingkungan (lumayan panjang, kan?)

Memang belum sempurna betul, tapi semoga desain dan produksi kain Bungkisan selanjutnya semakin ugly, semakin lovely :) 

Hehe...


Kamis, 28 April 2011

Hehe...

Real Natural Beauty Never Depends on "Stuff"


Beberapa hari lalu, seorang teman mengingatkan saya akan pentingnya belajar melepaskan diri dari ikatan pada benda-benda, posisi, kekuasaan dan hal remeh-temeh lain yang melekat pada diri. Dengan begitu hidup akan terasa lebih ringan tanpa beban. Selanjutnya, pikiran dan energi kita akan terfokus untuk mencipta dan berkarya.

Kalau dipikir-pikir benar juga ya... Tidak semestinya kita takut sampai khawatir berlebihan akan kehilangan bahkan bergantung pada harta, popularitas, jabatan atau kekuasaan, karena semua toh hanya pinjaman dari Sang Maha Pencipta. Lagi pula nilai kita sebagai manusia kan tidak ditentukan dari pakaian ataupun jabatan, tapi lebih pada kualitas kepribadian dan intelektualitas kita, bukan?

Saya jadi malu kalau ingat dulu, pada suatu masa, pernah tergoda untuk membeli tas bermerek tapi palsu demi meningkatkan rasa pede. Segitunya banget ya..., padahal kalau saya pakai yang asli pun orang akan tetap mengira itu tas kw alias palsu :)

Coret-coret di bawah saya buat sebagai teguran buat diri sendiri. Bukan berarti anti barang  bermerek dan mahal, atau “sirik” karena tak mampu memilikinya, sekedar mengingatkan, bahwa kecantikan pribadi adalah yang utama, sedangkan kecantikan barang-barang pribadi bolehlah ditaruh pada urutan selanjutnya :)

Hehe..

Senin, 25 April 2011

Esjepin Project

"Tissue Tempo Doeloe" dan "Kain Bungkisan" untuk Kartini.
Bulan April di Indonesia identik dengan perayaan hari Kartini.
Saya ingat beberapa bait pesan R.A Kartini di atas ukiran kayu yang pernah saya baca saat berkunjung ke museum Kartini di Jepara, antara lain berbunyi:

"...dan siapakah yang lebih banyak dapat berusaha memajukan kecerdasan budi itu? Siapakah yang dapat membantu mempertinggi derajat budi manusia? Ibu, karena haribaan ibu itulah manusia mendapatkan didikannya yang mula-mula sekali."

Pesan Kartini ini pula yang menginspirasi saya untuk membuat desain yang temanya tidak jauh-jauh dari peran perempuan, khususnya Ibu,  dalam mendidik putra-putrinya.
Desain saya aplikasikan pada "Tissue Tempo Doeloe" (istilah saya untuk sapu tangan) dan "kain Bungkisan" (nama yang saya buat untuk menyebut kain Pembungkus Bingkisan / hantaran :)). Membuat sapu tangan dan kain pembungkus adalah keinginan lama saya, keduanya mengingatkan saya pada kebiasaan jaman baheula yang bersahaja dan bijaksana karena terbukti lebih ramah lingkungan.

Desain sapu tangan dan kain pembungkus ini saya dedikasikan untuk para Ibu, perempuan hebat Indonesia.
 

Selamat hari Kartini. Masa depan bangsa ini ada di tangan kita, perempuan Indonesia!



 Bagi yang berminat,
"Tissue Tempo Doeloe" dan "Kain Bungkisan" bisa diperoleh di: 

• Dia Lo Gue Shop
  Jl.Kemang Raya no.99A, Jakarta Selatan

• Toko I-Garuda-RI
  Jl. Cipete Raya no. 79, Jakarta Selatan
  Tel. 021 759 16140
 

Jumat, 01 April 2011

Kali Pertama

Halo,
ini kali pertama saya memuat artikel di blog ini. Agak bingung mau menulis apa, karena yang ada dalam pikiran adalah gambar-gambar :) Tapi, karena gambar pun belum siap, jadilah tulisan ngawur ini yang dimuat. Hehe..
Salam kenal, semoga artikel yang muncul kemudian dapat berkesan.