Laman

Minggu, 10 Maret 2013

“Alam semesta boleh kau miliki, asalkan Italia boleh kumiliki.”

Di sela-sela kunjungan saya dan suami ke Negeri Belanda akhir tahun lalu, pergi ke Italia adalah bonus. Sebenarnya tujuan utamanya adalah mengunjungi oma yang saat itu tengah dirawat di rumah sakit Utrecht, tapi keluarga yang tinggal di Den Haag mendesak kami untuk pergi ke sana. “Sudah jauh-jauh datang ke Eropa, jangan hanya bolak-balik Den Haag-Utrecht saja,” begitu kata mereka. Maka, setelah menimbang-nimbang kami pun memutuskan untuk pergi ke Milan. Dengan Easy Jet, maskapai penerbangan murah-meriah-nya Eropa, berangkatlah kami berdua ke kota yang sudah lama saya idam-idamkan itu.

Perjalanan dimulai…

Dari Schipol ke Malpensa, bersama para "alay" Italia :)

Hujan menyambut kedatangan kami di Milan

Membeli tiket bus Malpensa-Centrale
Perjalanan dari Malpensa ke Centrale makan waktu satu jam, tanpa macet. Cuaca dingin berangin yang sungguh aduhaaaiii langsung terasa begitu keluar dari bus. Milan ternyata sama saja dinginnya dengan Den Haag. Di Centrale, sahabat kami Fitorio, sudah menunggu. Desainer produk yang sedang kuliah S2 di Milan itu bersedia menampung selama kami berada di sana. Dalam perjalanan menuju apartemen mungilnya, Fitorio menjelaskan rute-rute bus dan metro yang penting untuk kami ingat bila bepergian. Maklum, saat itu dia sedang sibuk dengan berbagai tugas kuliah dan waktu untuk menemani kami tentu sangat sedikit. Maka kami pun mulai mencatat dan mengingat…

Stasiun persinggahan, Abbiategrasso ke/dari Centrale/Duomo/Cadorna via Romolo

Stasiun utama, Romolo, bila akan ke/dari apartemen Fitorio

Bus no.91 tumpangan kami dari apartemen ke Romolo

 Dan keesokan paginya, dengan gagah berani kami pun mulai menjelajahi Milan :)

Suasana di dalam metro

Duomo, tujuan pertama
Alun-alun kota Milan dilihat dari teras Milan Cathedral…

Duomo adalah pusat kota Milan. Bangunan Milan Cathedral dan lapangan luas berada di tengah, dikelilingi oleh gedung-gedung pertokoan, museum, kantor, cafe, dan restoran. Keberadaan bangunan Cathedral yang dibangun pada tahun 1386 itu, ditambah dengan museum serta butik-butik terkenal, menjadikan Duomo sebagai daerah turis. Banyak pedagang asongan yang sebagian besar adalah imigran dari Afrika berkeliaran di sana. Sebelum berangkat, Fitorio sudah mengingatkan kami untuk tidak menyentuh barang apa pun yang mereka tawarkan, karena menyentuh sama saja artinya dengan membeli :)

Milan Cathedral, gereja ke-3 terbesar di dunia, dilihat dari gedung Museo Del Novecento

Selain Milan Cathedral, banyak hal menarik yang kami lihat di Duomo. Antara lain: bazar barang bekas dan antik,

Berbagai gambar dan hiasan bertema keagamaan

Potongan iklan-iklan lama dari majalah

Papan reklame tua

Lalu ada Museum del Novicento di Arengario Palace, tidak jauh dari alun-alun Duomo. Di museum ini kita bisa mengikuti perjalanan sejarah seni rupa Italia mulai abad 20-an. Selain karya-karya seniman besar Italia seperti Modigliani, Boccioni, Fontana, dan Morandi, kita juga bisa menikmati karya seniman-seniman dunia seperti Picasso, Kandinskij, Braque, Mondrian, Klee, Matisse, hingga Issey Miyake. Berada di dalam museum ini sempat bikin saya sakit perut, hal yang biasa saya alami bila berada di tempat yang membuat saya merasa sangat antusias… :))

Museum of Twentieth Century

dan jangan lupa mampir juga ke…

Design Supermarket di la Rinascente dept.store!!!

Supermarket yang isinya barang-barang karya desainer Italia maupun mancanegara ini juga bikin perut saya terasa mulas… -_-*

Suasana di dalam Design Supermarket

Spiderelephant… :)
Desain khusus untuk anak yang susah makan

Boks kaleng Pantone

Kursi lipat Pantone

Ini membuat semua bayi tampak cool! :))

Notebook ber-quote

Dan yang paling membanggakan: radio Magno karya Mas Singgih!!!

 Selain melihat-lihat karya seni dan desain keren, kami juga disuguhi “pertunjukan” gratis :) Sebagai salah satu dari negara di Eropa yang terkena krisis ekonomi cukup parah, Milan di Italia juga tak luput dari berbagai aksi mogok..,

Poster pemogokan masal di Eropa
 demonstrasi...

Sayang kami tak mengerti apa tuntutan dari para pekerja imigran ini

Tapi ada juga pemandangan yang membuat miris...

Peminta-minta bertelanjang kaki ditengah udara yang sangat dingin… :(

Seharian kami berada di Duomo dan sangat menikmati pengalaman pertama menjelajah kota Milan.
Tujuan kami hari berikutnya adalah wilayah Cadorna. Dibandingkan dengan Duomo yang sangat turistik, saya lebih menikmati berada di Cadorna. Mengapa? Baca lanjutannya ya!

 

“You may have the universe, if I may have Italy.”

~Giuseppe Verdi
Salam,
indah

Baca juga artikel ini di sini




Senin, 03 September 2012

Antara Ancient Thira dan Loh Liang

Ada rasa bersalah karena cukup lama blog ini terabaikan, tapi apa boleh buat, kesibukan sangat menyita waktu sehingga saya tak berdaya.

Sebenarnya banyak cerita menarik yang ingin saya bagi, tapiii...ya itulah, karena tertunda jadi rasanya sudah keburu basi. Meskipun begitu tetap ada beberapa yang menarik untuk diceritakan.
Antara lain, pada Juli 2012 yang lalu saya beruntung bisa mengunjungi Labuan Bajo di Flores, NTT. Tentu saja lengkap dengan kunjungan ke rumah Komodo di Loh Liang dan Loh Buaya. Seru!

Alam Flores sedikit banyak mengingatkan saya pada Yunani yang saya kunjungi (ternyata) tepat setahun lalu, pada bulan Juli 2011. Foto-foto di bawah ini adalah salah dua contohnya:

Jalur trekking menuju Ancient Thira di pulau Santorini, Yunani - Juli 2011

Jalur trekking di Loh Liang, pulau Komodo, Flores - Juli 2012

Bagaimana, mirip kan? Yah, 11/12 lah ya... Yang jelas sama-sama cantik, gersang, berbatu dan... puanaaasss :)

Kamis, 31 Mei 2012

The Beauty Of Doing Small Things



Percayakah bahwa uluran tangan kita yang sekecil apapun bisa mengubah hidup orang lain dan bahkan dunia menjadi lebih baik? 
Baru-baru ini saya menerima sebuah imel yang mengabarkan bahwa aksi pengumpulan dana pada sebuah situs yang saya sokong berhasil mencapai targetnya sehingga proyek yang direncanakan bisa berjalan. Saya terharu, bantuan yang tak seberapa besarnya itu ternyata bisa membantu mewujudkan mimpi seseorang. Itu bisa terjadi karena dilakukan secara kolektif, secara bersama-sama
Jadi, jangan menunggu aksi yang besar untuk melakukan kebaikan bila aksi yang kecil juga sama berartinya. Di bawah ini saya sertakan beberapa gerakan yang membutuhkan dukungan, just in case ada yang belum tahu... :)

Patungan

Coin A Chance

Sedekah Rombongan

Selamat beraksi!